Perbedaan Variates Benih Hibrida-Heirloom-OP

Back to Blog

Perbedaan Variates Benih Hibrida-Heirloom-OP

Perbedaan Variates Benih Hibrida-Heirloom-OP

Banyak yang menyakan kepada kami tentang perbedaan Tipe benih, seperti benih Microgreens, Benih F1 atau Hibrida, Heirloom, Benih OP atau bisa disebut benih tanpa persilangan atau benih Lokal dan sebenarnya masih ada salah satu istilah adalah benih Non GMO, mungkin di Indonesia belum Populer tentang arti Non GMO, oke kita lanjut dan bahas satu persatu.

Benih Microgreens atau Sprouts – Berbicara secara ilmu tumbuh-tumbuhan (cieee..:))  sebenarnya tidak ada perbedaan yang terlalu jauh dengan benih pada biasanya, hanya nama mereka mengacu pada ilmu yang tadi saya katakan ilmu pertumbuhan, biasanya benih microgreens atau sprout di tumbuhkan dengan cara hanya berupa kecambah dan siap untuk di panen, benih ini seringkali di produksi secara organik untuk mencegah kontak dari bahan kimia, yahh,, maka dari itu biasanya disebut dengan biji terbaik, terbersih dan terus terang paling gampang untuk di tumbuhkan, Contoh benih micorgreans seperti Alfalfa, Biji gandum dan masih banyak lagi.

Microgreens – Sprouts

 

Benih Perlakuan Pestisida – Pernah mendengar atau ketika melihat benih yang anda beli berwarna merah, biru dll, biasanya dibungkus benih itu sendiri ada keterangan bahwa benih tersebut diperlakukan dengan pestisida, contohnya benih dari pabrikan Cap Panah Merah, Known You Seed dan Bintang Asia. Mungkin kalian yang belum tahu bertanya apa sih fungsinya hingga benih itu di beri perlakukan pestisida?.. oke kami jelaskan sedikit, fungsinya adalah agar benih tahan terhadap penyakit tertentu tergantung variates benih atau benih tidak gampang membusuk ketika benih tersebut di masukan kedalam tanah, di Indonesia sendiri kadang cuaca tidak stabil, kadang panas dan kadang juga hujan, jadi perlakuan Pestisida pada benih sangat membantu khusunya petani yang biasanya menam benih dangan jumlah yang banyak.

Benih Perlakuan Pestisida

 

Benih Pallet & Multi Pallet – Apa sih arti pallet ? Pallet bisa diartikan pelindung atau tempat menaruh sesuatu, looh apa hubungannya pada benih.? Kami jelaskan sedikit tapi sedikit aja yah :). Pernah membeli benih dari Jhony Seed atau RZ (Rijk Zwaan), benih tersebut di bungkus sesuatu biasanya dari tanah liat yang tidak berlemak,  agar tahan lama dan mudah dalam penyemaiaan. Misalnya beberapa benih yang sangat kecil seperti Wortel Dll, meraka sulit ditanam karna ukuranya sangat kecil nah maka dari itu benih tersebut diperlakukan seperti itu agar pada saat penanamaan menjadi mudah.

Multi Palleted-Palleted-Raw Seed

 

Open Pollinate atau OP – Benih tersebut benih yang diserbuki terbuka, benih yang dihasilkan dari tanaman menyerbuki secara alami dengan menggunakan serangga, burung, angin, dan mekanisme alam lainnya. Tipe benih ini adalah tipe benih yang stabil dan dapat digunakan secara terus menrus dalam artian jika benih tersebut berbuah, kita bisa menanamnya kembali dari biji yang dihasilkan. Benih OP biasanya varietas benih yang telah ada sejak dulu atau benih sebelum adanya hybrida yang telah dehibridasasi sehingga menghasilkan benih OP yang stabil. Benih jenis ini sangat menguntungkan jika kita mau menggunakan karena memutus ketergantungan terhadap perusahaan benih dan biasanya jenis sangat beragam mulai dari warna, bentuk, dan rasa. Anda akan menyadari bahwa tomat tidak hanya berwarna merah dan bentuknya pun beragam. Sangat menarik, inilah awal ketertarikan saya terhadap tanaman tomat.

Heirloom – Tidak ada definisi resmi tentang benih “Heirloom” secara umum, istilah ini paling umum digunakan untuk menunjukan benih yang konsisten selama beberapa dekade. Beberapa orang menyebutnya benih tanaman Asli, tapi belum tentu benar. Jika melacak lebih jauh dari genetika tanaman akan mendapati bahwa variates “Heirloom” mungkin berasal dari persilangan yang disegaja atau beruntung dari dua tanaman yang berbeda. Jadi benih heirloom sudah pasti benih OP tapi benih OP belum tentu heirloom.

Hybrid/Hibrida/F1 – Variates ini sering disebut transgenik, namun juga  beberapa orang menyebut bahwa perusahaan benih yang menjual telah merancang agar benih tersebut “steril” atau tidak dapat diproduksi kembali sehingga tidak dapat disimpan atau di tumbuhkan kembali setelah tanaman itu menghasilkan biji dan biji itu ditanam kembali. Mungkin sebagian dari kalian mengatakan bisa, yah tentu saja bisa tapi hasill dari tanaman tersebut tidak akan sama dari tanaman yang anda tanam pertama kali, itulah mengapa ada beberapa perusahaan benih mecantumkan dikemasanya bahwa benih tersebut tidak dapat di simpan dan ditumbuhkan kembali. Sebagai ilustrasi kami gambarkan sebuah anjing hasil persilangan

Ilustrasi Persilangan

Saat mengawinkan antara anjing Poodle dengan Labrador, hasilnnya adalah Labradoodle, seperti yang terlihat gambar diatas, Labradoodle adalah hibrida. Jika mungkin suatu saat kita mengambil labradoodle dan kita membiakannya dengan anjing lain atau dengan labradoodle yang lain, hasilnya tidak akan sama dengan anjing pertama. Ini Cuma contoh  loh, ada beberapa lagi penjelsanya mengenai Hybrid atau hibrida. Ok kita lanjut ke Tanaman hibrida bekerja dengan cara yang sama, mereka membutuhkan beberapa generasi penyelingan selektif agar menjadi cukup stabil untuk diproduksi secara seragam. Penanaman benih yang dihasilkan dari penyilangan hibrida generasi pertama (ditandai sebagai “F1”) tidak akan menghasilkan panen yang sama ketika kita menanam biji untuk kedua kalinya; kemungkinan akan kembali ke salah satu orang tuanya atau berkembang biak dengan tanaman lain di dekatnya yang menghasilkan sesuatu yang lain. Orang cenderung memberi label benih ini “steril” karena mereka tidak menghasilkan hasil yang sama untuk kedua kalinya; Misalnya, jagung bicolor yang terlihat pada Gambar dibawah ini hasil persilangan jagung kuning atau putih jika sudah disimpan bibitnya dan ditanam lagi kemungkinan akan menjadi jagung kuning atau putih.

Hasil Benih Hibrida

Apa itu Benih GMO?

Istilah transgenik adalah istilah yang dikhawatirkan, disalahpahami, dan disalahgunakan, yang menyebabkan kesalahpahaman tentang apa arti benih transgenik. Organisme rekayasa genetika (GMO), yang DNAnya telah direkayasa di luar proses alami penyerbukan silang untuk mewarisi sifat yang diinginkan. Benih GMO ini sangat berbahaya bagi tubuh manusia, di Amerika dan dataran Eropa sudah melarang benih yang di perlakukan GMO.

Benih GMO

 

Sooo…sudah taukan perbedaan berbagai penamaan benih, jadi tunggu apalagi belanja benih dan kebutuhan kami hanya di benihkita.com